Saturday, 26 June 2010
Photo Liburan
Tuesday, 22 June 2010
Pretty Woman

Ini adalah film lama yang terkenal. Terkenal dengan lagu “ it must have been love “. Saya mungkin terlambat namun tidak lebih buruk daripada tidak pernah menonton film terkenal ini sama sekali. Bukan hanya merasakan romantismenya namun saya selalu penasaran dengan sebuah film yang terkenal. Saya merasa lengkap saja.
Ada satu bagian dari cerita ini yang mengesankan yaitu konflik antara Edward dengan Morse. Saya tidak ingin ceritakan detail konfliknya namun yang ingin saya tekankan adalah penyelesaiannya. Konflik yang awalnya hendak diselesaikan dengan win lose akhirnya dapat diselesaikan win win. Win lose memang kadang tidak menyenangkan karena biasanya bersifat emosional. Ada dua kutub yang saling berlawanan sehingga rasa senang bertubrukan dengan rasa kecewa. Tapi Edward bisa mengarahkan konflik win lose menjadi win win sehingga pihak lawan menjadi semakin terkesan. Saya pribadi lebih menyukai win win solution karena lebih bijaksana. Saat ada solusi yang baik bagi semuanya maka pemilihan solusi satu menang satu kalah adalah tanda pribadi yang gemar berkonflik.
Film kadang memberikan banyak pelajaran baik nilai yang bagus maupun nilai yang busuk. Saya belajar tentang negosiasi di sini. Saya teringat pada kuliah ini karena saya baru dapat kuliah ini semester delapan yang sudah lalu. Well, saya tidak akan bicara panjang lebar tentang ketidaksukaan saya dengan dosennya tapi hanya sedikir merenung tentang dekadensi-dekadensi kemampuan saya untuk bersaing. Saya sadar dengan ketidakkonsentrasian saya pada kuliah dan banyak ter-distract pada rona rona yang remeh temeh. Lalu bagaimana lagi saya membangun kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. Saya mestinya belajar pada Vivian yang akhirnya mau percaya untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Vivian mau untuk menyelesaikan SMA nya. Atau pada Edward yang berani untuk mengatasi phobia ketinggiannya.
Harusnya saya belajar untuk focus dan focus. Saya lupakan saja cerita kejayaan saya yang mampu bertahan di tengah badai karena saya mudah goyah dengan agin sepoi-sepoi sekarang. Ayolah!
Ke Dokter

Sudah hampir tiga minggu, kuping kanan saya terasa mendengung. Sensasinya seperti sedang naik mobil dalam jangka waktu lama. Katanya dengung karena ada perbedaan tekanan udara. Saya sudah berencana periksa ke dokter umum ASKES pada awal bulan ini. Sayangnya, dugaan bahwa ini akan sembuh dengan sendirinya membuat saya menunggu sampai tiga minggu. Saya sih menduga kalau ada kapas cotton bud tertinggal karena pada saat saya membersihkan kuping kanan dengan cotton bud, terasa ada serpihan kapas bergerisik.
Kondisi kuping kanan makin lama makin tidak nyaman karena setiap kali menunduk, kuping akan terasa tertutup sehingga saya harus menekan nekan cuping agar terdengar lagi. Akhirnya saya pergi ke klinik Hasanah, klinik ASKES saya. Sayangnya klinik tersebut sekarang sudah tidak beroperasi lagi di Sadang sehingga saya harus ke kantor ASKES dulu untuk memindahkan klinik berobat ASKES nya ke Klinik Asri di seberang Griya Asri. Dokter umum di sana merujuk saya ke dokter THT di RSUD Bayu Asih karena harus ditangani oleh dokter dengan peralatan yang memadai. Wow, rasanya kayak sesuatu yang serius. Saya sebenarnya minta ke RS lain namun rujukan ASKES di Purwakarta hanya ke RSUD Bayu Asih. Bukannya masalah harga namun kredibilitas pelayanan RSUD Bayu Asih sangat menghawatirkan. Saya membuka status di facebook dengan tag Bayu Asih dan teman-teman saya yang berasal dari Purwakarta memberikan komentar negative. Bahkan ada yang memelesetkannya menjadi Bayu Antep. Pada akhirnya, saya akhirnya melanjutkan pengobatan ke sana. Catatan saya antara lain pendaftaran yang tidak terstruktur, tanpa informasi pendaftaran yang memadai, masih ada system – saya tetangga pak anu, ruang tunggu minimum dengan waktu tunggu hampir satu jam dan ketidakjelasan dokter spesialisnya sedang apa. Satu jam berlalu, akhirnya saya masuk ke ruang praktik. Kata dia, ada gumpalan kapas tertinggal dan infeksi. Akhirnya kuping saya disedot dan kapas ditarik dengan kawan lengkung. Sebuah gumpalan kapas yang besar apabila dibandingkan dengan kuman atau bakteri. J Rasanya plong sekali setelah kapas itu hilang. Dokter menuliskan resep cakar ayam berupa obat tetes dan obat minum.
Salah satu obat yang diresepkan adalah CTM untuk alergi. Efek samping obat itu adalah rasa ngantuk. Akhirnya dua hari setelah berobat, pagi-pagi saya ngantuk, siang-siang ngantuk dan malam hari apalagi. Untungnya masih dalam pekan liburan (tambahan). Untungnya lagi, semua jasa dokter dan obat ditanggung ASKES. Saya merasakan manfaat asuransi kesehatan. Saya sebenarnya ikut asuransi Prudential juga namun untuk perobatan yang rawat inap/operasi minor/major/sakit kritis hingga kecelakaan. Ada juga Pru Medical Card yang bisa kita gunakan seperti ASKES tapi sayangnya premi yang harus dibayar mahal. Buat teman-teman, asuransi bermanfaat lho. Tanya aja sama yang sudah memperoleh manfaatnya.
Adu Domba di Garut
Monday, 7 June 2010
Soal Dana Aspirasi
ATM oh ATM
Tuesday, 27 April 2010
Hidup Yang Bergairah
RINDU
Pada kamboja di atas tanah pekuburan
Pada air yang menetes dan menelusur pelan
Saya ingin menitipkan pesan
Bahwa saya tidak pernah merasa menyesal
Bahwa saya tidak pernah merasa merana
Pada apa yang baik
Pada apa yang telah ditetapkan
Meski kini meredam rindu
Lalu terasa ngilu di hati
Saya masih bermimpi
Ada pada rumah yang terang
Dimana kita ada disana
Meluruskan kaki dan melabuhkan hati
Dream On
Sunday, 24 January 2010
Kerja Keras
Wednesday, 20 January 2010
The Old Man and The Sea
Tuesday, 19 January 2010
BOTCHAN
Sunday, 17 January 2010
Naek Kereta Api
Wednesday, 13 January 2010
Mengenang Emih
Pipin adalah teman, sahabat, rekan kerja dan saudara saya. Saya banyak berterimakasih untuk motivasinya agar saya melanjutkan kuliah. Kami banyak melalui kejadian-kejadian enak dan susah bersama-sama. Saya hadir saat dia menikah, saat dia sidang dan saat dia memiliki anak pertama. Maka saya juga acap kali main, makan dan menginap di rumahnya di Jatiluhur.
Dirumahnya, saya biasa mendapati Emih memanggil saya " Jang eNur ...", Emih memberi kami teh manis hangat begitu sampai dan Emih sibuk menyiapkan makannya. Saya ingat, Emih pernah bilang kalau saya boleh membawa kelapa berkarung-karung untuk keperluan pesta pernikahan saya. Saya tahu Emih mendorong saya agar segera menikah.
Saya tahu kalau Emih punya anak delapan dan banyak diantaranya sukses. Pipin bilang bahwa Emih mencintai anaknya masing-masing 100%. Emih senantiasa mendoakan semua anaknya. Dan itulah Emih kebanggaan Pipin yang rajin shalat malam hingga usia senja.
Mih, kami tahu bahwa tiga hal yang tertinggal pada saat meninggal adalah anak sholeh yang mendoakan, ilmu yang bermanfaat dan infaq. Saya yakin Pipin dan anak-anak Mih yang lain adalah anak sholeh yang selalu mendoakan ibu bapaknya. Saya mendoakan semoga Allah mengampuni dosa-dosa Emih dan menerima seluruh amal perbuatan Emih.
Malam itu, saya merasa kangen dengan kata-kata, teh manis dan senyum Emih ......
Tuesday, 12 January 2010
Buka Buku Kembali
Pada dasarnya, teori yang digunakan dalam Audit Berbasis Sistem Informasi sama dengan audit keuangan yang telah saya pelajari pada saat Matrikulasi. Kami membicarakan tujuan audit saldo, transaksi hingga bukti audit yang digunakan. Pada pertemuan pertama kemarin, selain mendapat review mengenai perbedaan audit berbantuan komputer dan manual, dosen saya memberikan tugas membuat matriks tujuan dan teknik audit yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Matriks tersebut diharapkan membantu saya mengais-ngais ingatan mengenai audit. Paling tidak kami faham kenapa teknik A bisa digunakan untuk membuktikan asersi Y. Saya juga mengunggah file tugas saya, silahkan didownload. Semoga bermanfaat.
Tugas Pertama Semester Delapan
















